Fantastic Beasts and The Crimes of Grindelwald Fans Review

Film kedua dari lima sequel Fantastic Beast yang akan dibuat ini semakin menjelaskan benang merah dengan masa Harry Potter. Diakhiri dengan penyebutan nama “Aurelius Dumbledore” oleh Grindelwald, membuat potterheads ternganga menyaksikan tendangan akhir JK Rowling ini. Rowling is a genius!

Berapa banyak potterheads yang pulang dari bioskop dan membuka kembali buku Harry Potter, khususnya and the Deathly Hallows. Berteori dari fantasi liar masing-masing karena tak sanggup menahan penasaran akan film selanjutnya. Berbeda dengan Harry Potter, di mana mereka mengetahui jalan cerita selanjutnya dari buku, kini fans hanya bisa menunggu kisah selanjutnya.

Apakah Ariana Dumbledore juga merupakan obscurial?

Pada usia 6 tahun, Ariana diganggu oleh tiga muggle. “She was a kid, she couldn’t control it, no witch or wizard can at that age.” Lagi dilanjutkan oleh Aberforth,”It destroyed her, she wouldn’t use magic, but she couldn’t get rid of it; it turned inward and drove her mad, it exploded out of her when she couldn’t control it and at times she was strange and dangerous.”

Setelah itu, ayah mereka dikirim ke Azkaban karena membalas kepada tiga muggle ini atas apa yang terjadi pada Ariana. Namun ia tak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, “because if the Ministry had known what Ariana had become, she’d have been locked up in St. Mungo’s for good.”

Untuk melindungi Ariana, maka mereka sekeluarga pindah ke Godric’s Hollow, tempat Dumbledore memulai persahabatannya dengan Grindelwald. Mereka sepakat untuk mencari relikui.

Pada usia 14 tahun Ariana marah dan tanpa sengaja membunuh ibunya sendiri, Kendra. Namun Ariana pun akhirnya mati karena perkelahian yang terjadi antara Aberforth, Albus dan Grindelwald.”

Siapakah Aurelis Dumbledore?

Grindelwald menyebutnya sebagai saudara Albus. “Your brother tried to kill you.”

Masa hidup Ariana adalah tahun 1885 – 1899, itu berarti Kendra mati pada tahun 1899 tahun di mana Credence belum dilahirkan. Percival Dumbledore pun diyakini mati pada tahun-tahun awal di Azkaban. Ada pula yang berpikir bahwa Credence/ Aurelius adalah bagian dari obscurus Ariana yang tertinggal dan hidup. Ini berarti usianya sekitar 28th karena setting the crimes of Grindelwald adalah tahun 1927. Mungkinkah ia berusia sekian, padahal tahun sebelumnya ia masih tinggal dalam panti anak?

Akankah muncul nama Potter pada sequel selanjutnya?

Albus Dumbledor dan Gellert Grindelwald sepakat mencari relikui kematian, yang diketahui pada buku ketujuh berbentuk tiga benda; Tongkat Elder, Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib. Perhatikan bahwan Grindelwald telah menggunakan tongkat Elder pada film Fantastic Beasts and the Crimes of Grindelwald ini. Sedangkan batu kebangkitan memang sangat diperjuangkan oleh Albus untuk dapat mengembalikan Ariana. Lalu bagaimana dengan Jubah Gaib? Jubah Gaib adalah milik Ignotus Peverell, ingat ada simbol Deathly Hallows pada makamnya pada film ke-tujuh? Jubah Gaib diturunkan pada anak pertama dari tiap generasi. Hardwin Potter menikah dengan Iolanthe Peverell. Sehingga kepemilikan Jubah Gaib ini pindah pada keluarga Potter.

Setting film ini adalah masa di mana Henry Potter telah ada. Ia bekerja pada Wizengamot sampai tahun 1921. Anaknya adalah Fleamont Potter, menikah dengan Euphemia dan lahirlah James Potter pada tahun 1960. Mereka cukup lama menunggu kehadiran keturunan dalam keluarga.

Albus Dumbledore and Gellert Grindelwald

Could ever have been friend with Gellert Grindelwald. I think her mind’s going, personally. Lots of Love, Lily Evans.

Surat ini ditulis Lily Evans kepada Severus Snape. Gellert Grindelwald tinggal di Godric’s Hollow bersama bibinya, Bathilda Bagshot setelah dikeluarkan dari Durmstrang pada usia 16 tahun. Menjalin persahabatan yang erat dengan Albus karena mereka memiliki tingkat kecerdasan yang sama. Bersama, mereka memimpikan “For the Greater Good”. Cerita ini dijelaskan dalam Bab Delapan Belas, The Life and Lies of Albus Dumbledore. Cerita ini membawa fans pada satu teori tentang hubungan Albus dan Gellert. Mengingat mereka melakukan Unbreakable Vow jenis lain, yaitu menggunakan darah.

Rowling is a genius!

Ingat gaya JK Rowling dalam penulisannya. Satu hal/ karakter pastilah “sesuatu” sehingga suatu saat akan diketahui perannya. Bagi penonton film ini, yang bukan potterheads, pasti film ini lumayan membingungkan dan mempunyai akhir yang kurang memuaskan. Namun bagi penikmat tulisan JK Rowling, film ini sangat luar biasa. Tendangan pada akhir film ini membuat potterhead tak sabar menunggu datangnya November 2020. Di luar prediksi, di luar pemikiran siapa pun.

Di film kedua ini pun benang merah semakin jelas terlihat. Potterhead mempercayai bahwa setting tahun film kelima adalah tahun di mana dimulainya kisah Harry Potter. Tak ada yang menyangka bahwa satu karakter yang tidak banyak diceritakan di buku, bisa menjadi kisah yang luar biasa. Buku yang sama mampu menghadirkan kisah yang berbeda. Rowling memaksa penggemar untuk kembali kepada buku yang terbit satu dekade yang lalu. Dan membawanya ke satu desa yang sama, tempat di mana kisah Harry Potter dimulai, Godric Hollow. What a mind blowing! Kisah ini pun seperti hantaman keras, apalagi berhubungan dengan sosok yang dicintai banyak orang, Dumbledore. Jika benar ia tidak sempurna, let it be…

Namun ada juga satu hal penting yang harus diingat, its a Fantastic Beasts film. Akan selalu ada kejutan-kejutan dari hewan-hewan menggemaskan ini 🙂

Dan…tentu saja semua ini hanya prediksi atas karya selanjutnya our unpredictable queen, J.K. Rowling.

Well, Nox!

Advertisements

Restoran bernuansa alam, apa benar ramah anak?

Hai moms, apa lagi sih yang jadi rekreasi kita selain waktu khusus dengan keluarga? Nah, ini dia tiga resto bernuansa alam yang ada di Yogyakarta yang bisa dijadikan pertimbangan untuk berekreasi singkat, tentunya kenyamanan dan keamanan anak menjadi perhatian utama.

1. Lemah Ledok Garden Resto

Beralamat di Jl Solo Km 12,5 Kalasan Purwomatani, Sleman mengemas konsep garden resto dengan ornamen-ornamen traditional khas Jawa dan berbagai makanan dengan cita rasa khas Yogyakarta.

Selain di dalam joglo/pendopo, meja juga disediakan di ruang terbuka. Area ini biasa digunakan juga untuk resepsi pernikahan. Oiya, rumah makan ini juga menyediakan paket pernikahan.

Area bermain anak ada di sudut paling belakang resto ini, tapi sayangnya fasilitas bermain yang ada tidak cukup terjaga dan kurang pengamanan. Dengan letak yang seperti ini, cukup sulit untuk bisa memantau anak bermain jika orangtua duduk di meja yang cukup jauh letaknya. Namun, anak-anak juga bisa berjalan-jalan di jalan-jalan setapak ini. Bisa juga melihat kolam yang ada di beberapa sisi resto. Alat musik tradisional juga disediakan lengkap.

2. West Lake Resorts and Restaurants

Dibangun di area yang cukup luas. Letaknya di Jl Ringroad Barat, Bedog, Trihonggo, Gamping. Terdapat satu ruang terbuka utama resto, namun ada juga pendopo-pendopo Yang disediakan di sekeliling danau.

Resto ini sangat nyaman untuk berkongko lama-lama. Letak yang berjauhan dan hijaunya suasana membuat pengunjung betah. Pramusaji biasa mengantarkan pesanan memakai sepeda dan gerobak. Tersedia tempat cuci tangan dan sabun di setiap meja pendopo, dan ini sangat membantu untuk ibu-ibu yang menikmati hidangan sambil momong anak 😉. Harga di sini lumayan tinggi, akan terbayar jika seharian di sana, memanfaatkan kesejukan dan ketenangannya.

3. Jiwangga Resto

Terletak di Jl Terbaik 1, Bromonilan, Purwomatani di tepian sungai. Jiwangga adalah singkatan dari Jiwa dan Raga. Gambar di atas adalah salah satu spot joglo yang ada. Di dalamnya terdapat juga kloset duduk. Menurut keterangan salah satu pramusaji, Jiwangga memang dikonsep menjadi resort. Namun untuk sementara baru bisa menjalankan restaurantnya.

Tata letak nya cukup melelahkan untuk kita bolak-balik memesan menu. Para pramusajipun terlihat sangat sibuk naik turun melayani tamu ataupun mengantar pesanan. Kasian juga ya, kalau tetiba pelanggan ingin pindah tempat 😁. Resto ini masih tergolong baru, jadi memang mungkin sistem pelayanannya belum diatur maksimal. Walaupun sebenarnya sudah benar bahwa pelayan harus melayani tamu, tapi cukup kasihan juga melihatnya.

Bagi anak-anak juga kurang aman untuk naik turun, kecuali moms stay di atas. Di sana ada spot luas dengan ornamen khas Jawa Bali. Tempat cuci tangan juga terbatas. Tapi untuk keteduhannya, gak kalah deh!

Demikian moms sedikit ulasan tentang tempat ndulang anak zaman now. Semoga bermanfaat!

Belajar Parenting dari JK Rowling

“Thanks for my childhood.” Kira-kira begitulah kalimat saya jika bertemu dengannya. Novel serial Harry Potter terjual 250 juta copy di seluruh dunia. Itu artinya, jika dipukul rata, 1 dari 15 orang di dunia adalah pengikut serial mengagumkan ini. Saya membaca pertama kali tahun 2001 and that was awesome. Bagaimana mungkin anak-anak yang kebanyakan adalah penggemar komik bergambar, berbondong-bondong beralih pada novel tebal tak bergambar?!

Saya membaca ulang novel ini di usia dan peran yang sama sekali berbeda. Dan bukannya bosan, saya seperti menemukan sisi-sisi lain yang dulu tidak menarik. Sudut imajinasi saya berpindah dari anak kepada orangtua. Oh… I see, itulah mengapa komunitas-komunitas yang menyebut dirinya wizard ataupun muggle ini begitu long lasting.

Lumos 🌟

1. It takes a community to raise a child (also inspired by Paul L. Atanta, principal of http://www.kawantumbuh.com)

Ada berapa Weasley yang berdiri di sana? Keluarga Weasley adalah keluarga yang secara sengaja diciptakan oleh JK Rowling menjadi keluarga pengganti untuk Harry. Selain Ron Weasley adalah sahabatnya, Molly juga begitu memperhatikan Harry..and their whole family.

Anak-anak tidak cukup hanya bertumbuh pada lingkungan keluarga inti. Dia perlu lingkungan yang lebih besar untuk menerima dan mendukungnya supaya menjadi pribadi yang penuh. Kenangan masa kanak-kanak akan menjadi kenangan yang kuat dan dibawa sampai kapan pun.

2. Lingkungan terbaik untuk anak bertumbuh adalah keluarga. (Standard Nasional Pengasuhan Anak Indonesia)

Harry kecil diasuh oleh keluarga bibinya. Walaupun banyak teman orang tuanya yang menyayanginya, Harry diwajibkan tinggal bersama Aunt Petunia hingga usia 17th. Dan walaupun ia mendapat tempat yang lebih layak disebut “rumah”, ia tetap diwajibkan pulang kepada bibinya.

3. Orang tua menunda kebutuhan emosinya

Prof Dumbledor adalah figur yang sangat disukai banyak orang. Saya yakin para pembaca novel HP menitikkan airmata pada lembar-lembar yang mengisahkan kematiannya. Well, dia adalah orang yang selalu meletakkan kebutuhan murid di atas semuanya. Apa tujuanmu, bagaimana rencanamu, ceritakan kegagalanmu tanpa ada yang pernah mendengar keluhannya tentang masa lalu keluarganya yang suram. Emosi yang matang tidak menampakkan luka batinnya yang dalam.

4. Ijinkan anak melakukan eksplorasi, menemukan solusi masalahnya sendiri bahkan kesalahan-kesalahan.

Sepanjang ketujuh novel HP, mungkin ada satu kalimat yang bisa menggambarkannya. ‘Harry tidak tahu apa yang harus dilakukannya’. Berapa banyak rencana yang disusun golden trio ini berakhir dengan tepat sasaran? Novel HP menceritakan kegagalan demi kegagalan banyak tokoh. Tapi dari penerimaan yang berlimpah itu, ia dapat mengalahkan Voldemort. Sekali lagi, bukan karena ia hebat. Tapi karena banyak orang yang mendukungnya, bahkan pada akhir hidupnya ia ditolong oleh seorang ibu yang notabene adalah musuhnya, Narcissa Malfoy.

5. Sekolah yang nyaman

Salah satu sekolah fiktif yang diimpikan jutaan anak di dunia adalah Hogwarts. Hogwarts is home. Ada banyak program-program dari sekolah ini yang memukau anak-anak. Dan di atas semua itu, ini adalah sekolah yang aman dengan para professor hebat yang melindungi dan membela murid-muridnya.

Sekian ibu, sampai bertemu di topik selanjutnya!

Nox🌌

Mamaku tengah-tengah…

Helloww mamaa… ada yang tau itu foto siapa? Hmmmtt, kalau hal-hal yang baik gini saya nggak bisa untuk nggak bagikan.

Waktu si buah hati sakit, mama tergolong orang tua yang mana nih? Yang dikit-dikit bawa ke dokter atau yang masih bertahan dengan resep mertua? (#eh). Atau… yang di tengah-tengah? Maksudnya mbak? Gini bu… Golongan tengah-tengah adalah golongan mama – mama yang dengan niat baik ingin mengindahkan nasihat2 orang tua dan internet untuk melatih daya tahan tubuh anak dengan cara: tidak memberi antibiotik, pengobatan alami atau bahkan menjadikan dokter sebagai pilihan terakhir (jadi anaknya dikasih makan dan minum yang banyak biar sembuh sendiri) tetapi dalam hati (atau sambil dilakukan) harus tau jelas sakitnya apa sehingga dokter is a must. Panjang ya definisi saya?! Capek bacanya kan gak titik-titik. Ok ambegan sek..

Persis! Saya juga gitu, mam. Yang mana mbak? Ya yang saya jelasin panjang lebar entu. 🐒 Well, serious! Continue reading “Mamaku tengah-tengah…”

Beristirahatlah sejenak…

Apakah Anda sedang berjuang membesarkan anak dengan benar dan baik? Mempelajari ilmu-ilmu “parenting” dengan semangat? Dan segala daya untuk kesuksesannya kelak?

Sebelum melangkah ke sana, Anda sebaiknya mencari jawab atas pertanyaan ini: “Seperti apa sih menjadi seorang anak?” Apakah saya tumbuh sebagai anak yang “penuh”? Apakah memori yang terlintas ketika saya memikirkan tentang masa kanak-kanak adalah memori yang hangat?

Take some time off, dear parents 🙂

To be continued…